+62-61 455 8333



BLOG
October 01, 2015, in Tour Story | 0 comments

Kutub Utara. Hal pertama yang mungkin melewati pikiran Anda ketika mendengar kata Kutub utara mungkin suhu udara dingin, lautan es, beruang kutub, Santa Klaus dan sebuah pertanyaan "Gimana sih bisa sampai ke Kutub?"

Selama lebih dari ratusan tahun, orang-orang mencoba untuk melakukan perjalanan ke Kutub Utara. Lebih tepatnya di pertengahan abad ke 18 hingga awal abad ke 20. Perjalanan perjalanan tersebut dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan balon udara, pesawat, kapal selam, nuclear ice breaker, dsb. Beberapa orang juga berhasil mencapai Kutub Utara tanpa menggunakan kendaraan tersebut. Seperti Naomi Uemura yang tiba pada tahun 1978 dengan dog sleds sendirian, dan juga Jean Louis Etienne yang ber-ski-ria hingga ke Kutub pada tahun berikutnya.

Pada masa ini, perjalanan ke Kutub Utara tidak lagi sesulit puluhan tahun yang lalu. Pada setiap musim panas, The World's Most Powerful Nuclear Icebreaker Ship. I/B 50 YEARS OF VICTORY (In Russian: 50 Let Pobedy) menawarkan perjalanan selama 2 minggu ke Kutub Utara.

Agustus 2015 lalu, salah satu pelangan kami bergabung dengan ratusan orang lainnya dalam sebuah perjalanan ke Kutub Utara, tepat pada titik 90 derajatnya, bersama dengan kapal ini. Mereka harus bersinggah di beberapa kota dan berlayar selama sekitar 6 hari tanpa malam, sebelum akhirnya berdiri dengan kedua kaki mereka diatas daratan es Kutub Utara. Beliau dan istrinya kemudian dinobatkan menjadi pasangan pertama dari Indonesia yang pernah berkunjung ke Kutub Utara dengan salah satu dari 100 kapal milik Russia yang pernah mencapai persimpangan antara poros dan permukaan Bumi tersebut.



THE TRIP

Perjalanan kedua pasangan ini dimulai pada tanggal 9 Agustus 2015. Mereka terbang dari Medan menuju ke Helsinki di Finlandia via Kuala Lumpur. Setelah berjalan-jalan dan menginap semalam di Helsinki, mereka kembali terbang selama sekitar 2 setengah jam menuju ke Murmansk, Russia. Disinilah perjalanan menuju ke Kutub Utara yang sebenarnya di mulai.

Tanggal 11 Agustus 2015, bersama dengan sekitar 108 orang lainnya dari 21 negara berbeda, mereka berdua memulai petualangan menuju ke puncak dunia.

Pada hari kedua, kapal berlayar diatas Laut Barents. Di hari ini, para penumpang kapal berkesempatan untuk mengenal lebih dekat kapal yang menjadi tempat tinggal mereka selama sepuluh hari kedepan. Para awak kapal dengan senang hati membawa mereka tour melihat konstruksi kapal dan juga mengenal kemampuannya dalam menghancurkan bongkahan es yang menghalangi jalan mereka menuju ke Kutub. Selain itu, para penumpang juga berkesempatan untuk mengikuti tour ke engine room yang terletak di dasar kapal. Disini mereka dapat merasakan gemuruh mesin-mesin yang menggerakan kapal epik ini.

"Kami semua bebas berjalan-jalan diatas kapal ini." Pelanggan kami menambahkan. Benar sekali! Tidak ada ruangan yang terlarang di atas kapal ini kecuali di area Nuklir. Para penumpang juga boleh berada diruangan sang kapten kapal saat ia 'mengendarai' kapal ini.

Para penumpang pertama kali merasakan kekuatan dari kapal ini di hari ketiga ketika ia mulai menghancurkan bongkahan-bongkahan es. Getaran dan gemuruh kapal ketika menghancurkan es akan terdengar beberapa hari kedepan hingga mereka tiba di Kutub Utara.

Pada tengah malam, menurut jam kapal, di hariyang sama, kapal melewati sekelompok anjing laut di habitat mereka.



"Meskipun ini merupakan waktunya untuk tidur, namun ini tidak percuma. They are just like in the National Graphic channel!" komentar pelanggan kami sambil memperlihatkan video para anjing laut yang sedang melakukan aktivitas mereka diatas sebuah bongkahan es yang cukup besar.

Tidak lama setelah melewati anjing laut, tepatnya setelah melewati titik 82 derajat, para penumpang dapat melihat beruang kutub. Tidak seperti anjing laut yang berkelompok, beruang kutub terlihat sendiri. Selama perjalanan ini, terdapat total 4 beruang kutub yang terlihat oleh seluruh penumpang kapal.



Setelah bertemu dengan para beruang kutub, sang ice breaker berhenti sejenak. Hal ini dilakukan agar para penumpang dapat naik ke atas kapal untuk menikmati panorama Arktik.

"Jika kapal tidak berhenti, hampir mustahil untuk melihat pemandangan selain dari jendela kapal karena angin dan juga udara dingin." seperti yang di jelaskan oleh pelanggan kami.

Para penumpang tidak hanya bisa berfoto ria ataupun menikmati pemandangan karena mereka juga di ajak untuk ber-BBQ Party; daging panggang, wine, upbeat music, dan di tengah lautan es. What a perfection! Akhir dari BBQ party ini merupakan awal dari petualangan menyebrangi Arctic Sea dengan daratan es nya yang lebih besar dan tebal. Lautan ini juga hanya bisa di lewati dengan kapal sejenis I/B 50 YEARS OF VICTORY.



Selama perjalanan, para penumpang juga di beri kesempatan untuk menikmati flightseeing dengan helikopter yang ternyata sudah terparkir di belakang kapal. Enjoy the bird's eye view of the ice breaker plowing through the ice below.



16 Agustus 2015 menjadi salah satu hari yang tak terlupakan bagi pelanggan kami. Pada tanggal tersebut, mereka berdua dan juga peserta tour lainnya tiba di Kutub Utara tepat di titik 90 derajat.

"Happy North Pole! Welcome to 90 degree, top of the planet!" sang ketua expedisi berseru kepada seluruh penumpang yang bersorak gembira. Lagu dari band legendaris Queen, We Are The Champion terdengar mengiringi tawa dan seruan para penumpang kapal. They had officially made it to the top of the Earth.



Bendera-bendera dari 21 negara yang ikut dalam perjalanan kali ini pun di kibarkan diatas daratan Kutub Utara. Pelanggan kami bangga sekali melihat bendera negara Indonesia berkibar diantara negara-negara lainnya.

Para penumpang kemudian diajak untuk turun dari kapal. Mereka akan segera merasakan once-in-the-lifetime experience berdiri diatas daratan Kutub Utara dengan kedua kaki mereka di puncak Bumi. Mereka juga diajak untuk mengikuti International Special Dance dimana para peserta tour berdiri berdampingan membentuk sebuah lingkaran dan berjalan 'mengitari dunia'. Setelah itu, mereka di beri waktu bebas untuk menjelajahi daratan Kutub Utara. Para penumpang juga diberi kesempatan untuk merasakan dinginnya air laut artik dengan menyemplungkan seluruh badan mereka ke dalam laut. Polar plunge!



To top celebration, crew kapal kembali mengadakan BBQ party. Namun kali ini, BBQ party dilaksanakan diatas daratan es Kutub Utara. Sungguh pengalaman yang tiada duanya.

"Kita di beri waktu beberapa jam untuk bebas bermain. Hanya saja, tidak banyak orang yang tahan dengan dinginnya cuaca." Pelanggan kami menambahkan setelah beliau selesai bercerita. "Dan juga, cuaca di kutub itu cepat berubah. Seperti misalnya saat ini kita bisa melihat matahari, mungkin 5 atau 10 menit kemudian, matahari tersebut sudah tertutup kabut". Regardless, this is such a magnificent experience in which they will never forget.





THE SHIP



I/B 50 YEARS OF VICTORY; Elegance doesn't matter when it comes to the right vessel to take you to the top of the world. Begitulah bunyi kalimat perkenalan kapal ini dalam website resminya. Lupakan soal desain kapal mewah yang indah, luxury suites, kolam renang dan lain sebagainya yang anda dapat temukan dalam commercial cruise lines. Namun, hanya dengan kapal sejenis inilah anda bisa mencapai daratan Kutub Utara.

The world's largest and most powerful ice breaker dengan lapisan baja setebal 48 cm ini dapat menghancurkan es setebal 2.5 meter. Ia juga merupakan salah satu dari 118 kapal dari berbagai negara seperti Kanada, Amerika, Swiss dan Jerman yang pernah mencapai Kutub Utara, dan perjalanan kali ini merupakan kali ke 33 nya menuju ke puncak dunia.

Kapal ini sebenarnya merupakan cargo ship untuk mencapai area Arktik dan juga area timur laut. Hanya saja, di musim panas yang singkat, kapal ini memperbolehkan penjelajah untuk berpetualang bersama mereka menuju ke Kutub Utara.

Ship Specification:

Length = 159.6 m

Beam = 30 m

Speed = 21 Knots in open water

Draft = 11.00 m

Propulsion = 2 nuclear reactors, 74.000 horse power






NAME


EMAIL





CATEGORY
All Category
Tour Story
ARCHIEVE
2018
2017
2016
2015